Kamis, 22 Mei 2008

Dialog Allah dengan Hambanya

”Allah swt berfirman, ‘Aku membagi shalat (al-fatihah) menjadi dua bagian, antara Aku dan hamba-Ku, dan hamba-Ku (mendapat) apa yang dia minta. Jika seorang hamba membaca :

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ‘segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam’,

maka Allah berfirman, ‘Hamba-Ku memuji-Ku’

Jika dia membaca :

الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ ‘yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang’

Allah berfirman, ‘Hamba-Ku menyanjungku’

Jika dia membaca :

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ‘pemilik hari pembalasan’

Allah berfirman : ‘Hambaku mengagungkanku’

Jika dia membaca :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ‘hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan’

Allah berfirman : ‘Ini untuku-Ku dan untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku (mendapat) apa yang dia minta’.

Dan jika dia membaca :

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ ‘ tunjukilah kami jalan yang lurus, (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat’.

Allah berfirman, ‘Ini untuk-Ku dan untuk hamba-Ku, (mendapatkan) apa yang dia minta.” (Hadist Qudsi; Muslim)

Rabu, 21 Mei 2008

STMJ

Jika hidayah menuju Allah itu bisa dipalingkan, istiqamah bisa berhenti, klimaks hidup tidak diketahui, dan perputaran tidak dinamis, maka janganlah kamu bangga dengan keimananmu, amalmu, shalatmu, puasamu, dan semua ibadahmu. Sebab semua itu, kendatipun merupakan usahamu, adalah ciptaan Tuhanmu, karunia-Nya yang diberikan kepadamu. Ketika kamu membangga-banggakan hal itu, maka kamu seprti orang yang membanggakan harta orang lain. Mungkin saja Allah mencabut darimu sehingga hatimu kosong dari kebajikan. Demikian pula hamba pada sore hari hatinya patuh kepada Allah, bercahaya dan sehat, lalu pada pagi harinya hatinya bermaksiat kepada-Nya, zhalim, dan tidak sehat.